Kodrat

Dari sebongkah besi
Ada yg menjadi keris bertuah
Pilar masjid bagi para ahli ibadah
Tiang kapal nelayan yang rajin melaut untuk menafkahi keluarganya
Menjadi bagian dari satelit para ilmuwan yang ikhlas mengabdi
Namun ada pula yang berakhir di laras senapan penjahat sebagai pelor pembunuh manusia lainnya

Besi adalah seonggok daging penciptaan
Yang menghuni segala peristiwa dan kehendak
Menumbuhkan gairah rasa gembira atau
Mencabut kebahagiaan setiap orang
Lalu ia terkapar pada siapapun yg memberinya makna
Ia kadang disembah karena jasa atau diumpat karena nista dosa

Sifat keras besi dipuja karena tangguh
Yang karenanya pula ia dimaki karena melukai

Jalan

[sebuah koda buat Abner]

Kegelisahan tak datang saat kau siap. Tapi kebahagiaan menunggu tenangmu.
Dalam gelisah tak ada suasana indah. Sedih atau gembiramu tak merubah niatnya. Risau datang entah kau siap atau tidak. Maka terimalah hasutan gelisah yg datang dengan tenang. Karena saat tenang, hanya kebahagiaan yang sering datang.

Warna Kegelisahan

Kegelisahan tak menghampiri dalam bentuk yang sama di semua panggung. Di menara gading, kegelisahan itu berbentuk angin. Yang disebut dalam pantun-pantun dengan “makin tinggi makin kencang menerpa”. Tapi di kolong semua bangunan, kegelisahan para hewan pengerat adalah soal bagaimana tetap bernas menghadapi waktu dan bertahan hidup meski tanpa irama. Karena mereka menghargai hidup dan merayakannya secara berbeda.

Adakah kelebihan antara satu dan lainnya mendapat penghargaan yang sama tinggi? Tidak juga. Karena keindahan selalu bermakna ganda. Adalah cinta dan kasih sejati sajalah, yang dibaca seragam di semua alam.

Manusia memuja dan mencibir karena nilai yang diakuinya sebagai alasan. Perbuatan dan pikiran selalu dipadukan dengan nilai-nilai.

Paintful Pain

Where’s the courage when I have to submerge my mood. Where’s the beauty, when the eyes, that plain full of pretense, consuming sense of despair that would undermine everything.

I’m not easily mastered by grief. The past taught me to look toward the sky, not to hide the tears but to find answers.

It’s my nature to be always fettered by anxiety. Best legacy that I have is to be the ideal shape for the role plays that will outwit.

Don’t worry about my fate. I am that candle. For the sake of meager light that I offer, I’ll put my brightest smile for my annihilation.

Self precaution is a mirage…

Makkahmu, Makkah Kita

Bahwa kebatilan tidak berada di perbuatan, tapi bermukim di pikiran. Nikmati saja Makkah atau bahkan Wahabisme dengan kesadaran penuh, tanpa pikiran tabu

Jika dimudahkan, berterima kasihlah. Jika dihalangi, bersyukurlah karena Tuhan Berkenan Melatih kita.

Orang gila yang marah tak pernah dihukum. Tapi orang dengan pikiran tabu, akan melakukan apapun yg dilarang. Itulah makanya, tanpa pikiran, tak ada dosa.

Kau perlu alasan apa untuk gembira
Rupa jasad atau pesta dalam hati?
Sedang Sang Waktu dengan aturannya sendiri
Menyentuh tiap garisnya tanpa ampun.

(Mencintai Jiwa)

Nikmati saja Makkah hari ini…

Kerinduan kita pada Makkah yang dulu, romantisme yang syahdu itu, atau rasa sayang pada landskapnya yang dihilangkan, hanya membuat kita semakin tak hirau pada apa yang ada. Memeluk masa lalu yang dihapus waktu dan berpaling dari kekinian untuk kemudian meratap.

Kalau mau menangisi apa yang sudah hilang, lakukan dengan lebih bermartabat. Angkat tanganmu ke hadapan Tuhan. Tapi jangan minta apa yang tak dapat kau tanggung bebannya.