ASMARA

Aku tak mudah tergetarkan
Oleh apapun yg telah kumiliki
Tapi pada Muhammad
Perih dan mual itu selalu menggelegak
Menyadarkan tidak saja ia milikku
Tapi ia juga bisa pergi
Tak lagi berkehendak padaku
Tak lagi milik bagiku

Suara-suara itu selalu begitu
Memaguti dadaku
Tiap kali namanya disebut
Meski beribu kali berulang

O, ya
Muhammad mengaduk isi perutku
Tiap kali namanya disebut di depanku
Terlebih oleh suara pembawa’ yg miring
Ditingkahi pukulan ujung telapak tangan pada rebana

Tentu saja
Ini hanya kisahku belaka
Tak usah kau pedulikan asalnya dari mana
Aku hanya berkisah
Bahwa tak ringan kubawa derita ini