Cursed Ladder

Fog in every step
Leads me to another leap
For not having sunlight
I drenched in a sweat

Last corner is upfrontĀ 
A thousand pleads to make
Reaching light like a short
Still don’t know if it’s a fake

Do we owe each other,
For no promises are made?
Let me decide this time
What do we should to take

*

As the signs dancing around
Those memories won’t fade
Every moment is counts
Slices me like a blade

I remember everything…

Rasuah Emas

Ajaranmu mengajak ke mana
Jika hati tak pernah tenang
Siapakah yang binasa
Jika tak bisa berdamai dengan hati

Inikah keinginanmu
Bergembira pada sesuatu yang masih membuatmu
termenung tanpa sebab
Beginikah hidupmu
Berpijak pada keindahan bara yang
membakar telapak kaki

Bertopang dagu memandang langit,
gairahmu pada pelangi tak pernah habis.
Setelah senja berlalu tanpa sinar,
ufukmu hanya menawarkan kegelapan tanpa bintang

Berlalulah waktu
Kau menjadi ujung perhiasan yang tak
muncul lagi
Tunas yang mati tanpa buah
Atau tiang perahu tak selesai,
yang karam di galangan

Mahligai Surya

Kegelisahan matahari tak berujung di malamnya
Bukan tidur yang ia perlukan
Tak juga ia pergi ke pembaringan
Sianglah yang menutup diri
Matahari hanya berkeliling memberi suaka pada waktu

Kota-kota menjalankan roda di bawah matanya
Tapi segera berpesta saat tak melihatnya
Keteraturan seperti terselenggara karena terangnya
Dan kabut kesamaran melindungi kealpaan saat ia disangka tidur

Berjubah panas yang menyengat
Atau sekedar berselendang salju
Matahari menjangkau kedalaman teluk
Mencari batas terjauh dengan setia

Ia tak berjanji apa-apa
Tapi kedermawanan telah menjadi biasa
Ia tak lagi dipanggil
Sedekahnya menjadi hutang