F . L . O

Silent streaks
Scratching my cracks
Leads me to another joke

Here with my own faults
Begging not to brags
stillness in provoke

I do tell
I’ll find someone else
Not now
Not ever

Hilang di Singapura

Gelak tak lepas
Badan hebat rasanya
Riuh sibuk
Berlari tak henti
Batas-batas terangkat
Waktu tak cukup
Menjadi pelayan jaman
Selalu baru adalah agamanya

***
Lembah ragawi
Menyuapi harga
Hiasan menutup rupa
Tak perlu mimpi
Dunianya sudah khayal
Hari ini atau nanti
Mendaki angan
Membuang nasib
Menipu diri

Curiga

Ada pilihan
Bukan tanpa tanda
Gelagat
Bukan tak kentara
Akal melesat
Mendahului pandangan
Ceruk ruang penuh
Oleh gambar tak berbentuk

Tali Darah

Jika anakku adalah darah dagingku
Yang lari sendiri mengejar hidupnya
Jika mereka tetap aku yang terkurung jasad di luarku
Jasad mereka diriku jua
Lalu mereka akan berpinak
Itupun daging dan darahku jua
Anak dari bayanganku yang kian berbeda jalan hidupnya
Dan jika Nabi Adam berpikiran sama denganku
Alangkah sedih ia melihat daging-daging dari darah dan dagingnya saling gaduh
Memekik suara tinggi-tinggi dan mengumpati

***

Siapalah yang dikejar oleh siapa
Jika bayang dan tubuh berlari ke arah cahaya yang sama
Siapalah yang tak permalukan diri
Jika hinaan selalu memantul kembali
Akulah mereka
Karena darikulah mereka berasal
Dan jika matahari tak terlalu tinggi
Aku katakan ia bersaudara denganku
Karena dari mana kami berasal
Ia mungkin tak berdarah sepertiku
Atau seperti mereka
Tapi dagingnya tumbuh dari cahaya
Dari mana dagingku juga berasal
Tak ada sisa untuk berbeda
Yang satu dan tunggal

Piala Juara Semesta

Kalau disebut isi kepala,
pikiran tak benar-benar nyata.
Gaib.
Saat dibongkar,
setiap kepala tak mengeluarkan pikiran-pikiran.
Tapi di semua ungkapan,
pikiran dimasyhurkan berada di dalam kepala.
Orang mencari padanan kata pikiran adalah
dengan menyebutnya sebagai isi sebuah kepala.