JUMPAKU

Itu hari bisa terbayang semuanya
Setiap menitnya
Warna langitnya
Bau tanah dan anginnya

Menebak jalan cerita
Setiap katanya
Kisah pembicaraan
Atau sekedar inisiatif akan ada pada siapa

Yang sulit dibayangkan
Adalah sinar mata
Bagaimana saat itu terjadi
Apa yang akan mata ini akibatkan

Mata tak pernah berdusta
Tidak pula ia mudah diterka
Apa ujar yang akan diceritakannya

Benar,
Jalan cerita tak menentu jika tak segera bertukar kata-kata sebenarnya

Reach

We’ve been so knowing. Yet annoying.
We hold everything inside for a reason.
The question that never been asked.
Now we kept it. For good. No need to an answer.

Rekaman

karena hal yang tak dapat
kau hentikan terus terputar
di pikiranmu
adalah hal yang hatimu
tak dapat menghapusnya

Menyepi Di Pasar

Berdirilah sendiri
Tanpa siapapun di sampingmu
Tanpa Siapapun di hatimu
Hadirkan dirimu saja
Sunyi

Berbatas lantai tempatmu berdiri
Sekelilingmu tiada
Hanya langit jasmani di atasmu
Kau berada di padang tak berwarna

Lalu agungkan Tuhanmu
Angkat tanganmu
Rengkuh kebersamaanmu
Angkat tanggungjawab jasmanimu
Kembalilah ke dunia
Hanya bersama Dia

Solituda

Bertahanlah dengan kesunyian
Berkacalah setiap waktu
Percayai hanya pantulan dalam bentukmu
Karena kau tak pernah benar-benar tahu siapa yang akan kau hibur

Jiwamu adalah juga rumah hewan buasmu
Kepekatan pikiranmu adalah air liurnya
Kau tak bisa memotong cakarnya
Hanya usahakan jangan pernah ia digunakan

LAGUNA RAHASIA

jika tak terarah
aku tenggelamkan diriku
dalam gelap
tanpa tepi
menjangkau dasar yg tiada
jika aku diam
aku akan kembali
menemui diriku seperti semalam
tanpa perubahan
tanpa tujuan

***

tanpa dasar
aku terus berenang
tanpa pandangan
aku tak berhenti

setidaknya aku menuju sesuatu

Pintaku Dalam Doa

Aku tak berdoa
Minta tak ada kejahatan
Minta tak ada korupsi
Minta tak ada lagi kebohongan

Dalam doaku aku hanya minta
Agar Tuhan kembalikan kewarasan
Pada bangsaku
Pada seluruh ummat manusia

Sekalipun hampir mustahil
Setidaknya aku tak minta hal baru
Kewarasan itu ada pada kita
Tapi kita tak hirau entah karena apa

Tanpa Isi

Jika kepalamu terantuk batu
Sakit yang kau rasakan terasing dari pikiranmu
Kehendak itu berpusat di titik benturan
Menerjemahkan pikirannya sendiri sebagai rasa sakit

Kau kira isi kepalamu hanya berisi sebuah kerajaan
Yang mendengar titah dari seorang ratu saja
Kau tak paham bahwa di atas sang ratu
Bertahta Maharatu

Nisan Baru

Akan kukubur segalamu
Setiap gambar di kepala
Sangkaan atau tanda
Tiada lagi tersisa

Lama teracuni
Tanpa akal mengambil nyawa

Membaca Tanpa Huruf

Dunia kita dunia pelipur
Jenaka rupawan memikat selera
Tanpa luka hanya pesona
Hingga membuat kita tertidur

Bangun!
Dunia kita ada di mata

Semua kosakata tak hilang
Tersimpan utuh
Tentang bangun dan jatuh
Menunggu datang para pendulang

Ambil!
Seluruh cerita tanpa jeda